No. 95/ Tahun IX Maret 2008

WIRASA

Kampanye Pilgub
Pemilihan Gubernur Bali sudah semakin dekat. Saya melihat para calon orang nomor satu di Bali yang diusung dari berbagai partai jauh-jauh hari sebelumnya ‘berkicau'. bahkan sebelum resmi menjadi calon. Mereka bicara tentang berbagai program yang akan dilaksanakan jika terpilih jadi gubernur Bali nantinya. Bagai saya itu sah-sah saja untuk menarik simpati masyarakat serta mampu meraih suara terbanyak.
Cuma, saya mengharapkan pada kampanye nanti, sebaiknya para tim sukses termasuk para calon berpikir jernih. Maksud saya, janganlah ajang kampanye dijadikan sebagai tempat saling memojokkan, menjelek-jelekkan lawan. Itu tentu tidak baik, malah bisa memancing emosi para pendukung. Mari bersama-sama tunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Lebih penting lagi ada keinginan bersama-sama pula untuk menjaga dan mengantarkan pemilihan gubernur Bali periode 2008 – 20012 berjalan lmulus, sehingga keamanan di Bali terjaga secara kondusif dan pembangunan di daerah ini tetap berjalan sesuai lancar
Yusnirmala Sari
Jalan Akasia, Denpasar Timur.

Menyambut Hari Nyepi (1)

OM Swastyastu.
Hai, teman-teman di Bali, saya orang Bali yang tinggal di rantau lewat majalah kesayangan kita ini, ingin menyampaikan Selamat Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1930. Semoga di hari yang penuh keheningan nanti, kita semua bisa menggapai kedamaian di hati dan kesunyian alam beserta isinya. Mari maknai hari penuh suci ini dengan saling menjaga diri, instropeksi diri, serta mulat sarira.
Komang Puspasari

Menyambut Hari Nyepi (2)

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1930, semoga damai selalu tercipta di tanah Bali . Nyepi sebaiknya dijadikan momentum untuk lebih memiliki tenggang rasa, memiliki rasa kasih sesama manusia. Karena saya lihat, rasa kasih sudah mulai terkikis di hati umat kita. Banyaknya kejahatan yang merebak di Bali membuktikan umat sudah mulai luntur rasa Tat Twam Asi-nya. Selain kejahatan umat kita juga sudah tidak mengasihi dan menghargai diri sendiri, terbukti banyak kasus bunuh diri yang terjadi karena alasan-alasan sepele. Waspadai pula tanda-tanda akan terjadinya gesekan antar masyarakat, terutama dari kalangan pemuda saat mengarak ogoh-ogoh. Jika lalai, persoalan kecil bisa berubah menjadi menegangkan.
Made Sudarma
Bendul, Klungkung

Keamanan Bali (1)

Keamanan Bali dipertaruhkan lagi. Dua bulan belakangan di daerah ini sering tersiar kabar terjadi tindakan kejahatan. Pembunuhan di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, pada seorang tamu asing di Kuta, dan masih ada banyak tindakan kejahatan lainnya. Saya jadi was-was dan khawatir, begitu mudahnya tindak kriminal dilakukan di Bali . Malah pernah muncul pengeboman terhadap mobil. Pertama di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, berikutnya terjadi di Jalan Kebo Iwa, Denpasar.
Mohon Bapak Kapolda Bali serta aparat keamanan lainnya cepat menindak tegas orang-orang yang mengancam keamanan Bali . Jangan sampai ada kejahatan yang lebih besar lagi. Aksi kejahatan, perampokan, pembunuhan, bom yang terjadi belakangan ini sudah cukup membuat resah masyarakat dan sudah cukup memakan korban. Ayo kita jaga dan ciptakan terus keamanan dan kenyamanan di Bali bersama-sama.
Endang Sastrini
Kuta, Badung

Keamanan Bali (2)

Semua komponen harus ikut menjaga keamanan Bali . Mulai dari lingkungan terkecil pun harus ikut aktif menjaga lingkungan sekitar, agar tidak ada celah sedikit pun untuk orang berbuat jahat. Karena, keamanan Bali akan sangat berpengaruh bagi ekonomi di Bali. Jika Bali tidak aman lagi, pariwisata akan terpuruk lagi.
Nyoman Jelada
Busungbiu, Singaraja
Batasi Ruang Gerak Preman
Bali kini mengikuti jejak Jakarta ataupun Bandung . Preman-preman bebas berkeliaran dan membuat resah masyarakat. Mulai banyak aksi-aksi kejahatan. Pembunuhan, teror bom tanpa sebab yang tak jelas. Kenapa begitu mudahnya perilaku kriminal muncul di Bali sekarang? Malahan semua itu itu dilakukan tak semata-mata oleh orang luar. Orang Bali juga ada terindikasi terlibat dalam tindak kejahatan ini.
Saya mendengar konon pengeboman dan beberapa kasus pembunuhan itu muncul akibat antar preman terutama yang ada di Denpasar saling bersitegang. Mereka konon saling berebut lahan. Apa benar? Jika itu betul adanya, untuk apa para preman itu dibiarkan berkeliaran? Apa tidak lebih baik ditertibkan saja sehingga orang-orang yang hendak ke luar rumah merasa nyaman di jalanan.
Sekali lagi kepada pihak terkait jangan ragu-ragu lagi bertindak. Segera ditangani preman-preman ini, batasi ruang geraknya. Kalau dibairkan liar, bisa membuat nama Bali tercoreng.
Ngurah Sudiara Putra
Pupuan, Tabanan

Lagi-lagi Bencana

Beberapa bulan belakangan Indonesia pada umumnya dan khsusnya di Bali bencana alam kembali melanda beberapa kawasan. Hujan lebat berkepanjangan misalkan telah menimbulkan banjir di Denpasar dan wilayah Kuta dan sekitarnya. Rumah-rumah penduduk tergenang air cukup tinggi. Memang tingginya air tak separah di Jakarta , tapi saya melihat banjir di Bali juga cukup memprihatinkan.
Di samping banjir, cuaca buruk dan angina keras juga telah merusak beberapa rumah warga. Pohon tumbang di mana-mana. Bahkan di pantai Lebih, Gianyar, gelombang telah mengobrak-abrik bangunan di pinggir pantai.
Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap cuaca buruk yang rentan terjadi sampai saat ini. Angin sangat perlu diwaspadai karena bisa mengakibatkan pohon tumbang, kebakaran, dan sebagainya. Juga hujan lebat yang menimbulkan banjir dan penyakit seperti demam berdarah ataupun diare. Begitu juga dengan para nelayan atau yang tinggal dekat pantai hati-hati dengan gelombang laut yang tinggi. Kita tidak bisa menentukan apa yang alam berikan untuk kita. Alam telah memberikan banyak kemakmuran, namun alam juga bisa memberikan bencana bagi kita. Sudah saatnya kita menghargai dan menghormati alam ini. Semoga pikiran baik muncul dari berbagai penjuru.
Dewa Putu Pasma
Lingkungan Pasekan, Batubulan, Gianyar

Selamat Bertugas Pemimpin Baru

OM Swastyastu
Kabupaten Gianyar saja sukses memilih pemimpin. Cokorda Raka Ardhana Sukawati atau lebih dikenal dengan nama Cok Ace akhirnya menjadi orang nomor satu di kabupaten seni ini berpasangan dengan Dewa Sutanaya, dan akan menduduki tampuk pimpinan periode 2008 - 20012. Dengan dilantiknya pasangan ini pada 21 Pebruari lalu, berarti tugas membangun Gianyar telah menanti di depan mata. Sebagai masyarakat Gianyar saya juga sangat mengharapkan Bupati Gianyar yang baru perlahan membuktikan janji-janji yang pernah terlontarkan saat kampanye, baik waktu langsung bertemu dengan warga Gianyar ataupun yang termuat di media massa . Jangan lagi ada pengingkaran apalagi program itu nantinya hanya sekadar sebuah wacana. Tapi buktikan, dan saya meyakini program yang pernah Bapak sampaikan akan bisa berjalan, asalkan betul-betul dilaksanakan dan menjalankan pemerintahan yang bersih. Mari jaga kepercayaan yang telah diberikan rakyat. Lebih membangkitkan Gianyar untuk menuju perubahan kea rah lebih maju. Semoga
Budi Aryanto
Sukawati, gianyar

Bravo
SARAD

Maju terus SARAD Bali … Untuk redaksi SARAD saya berharap semakin menggigit topik-topik yang dimuat dan ulasan-ulasannya semakin tajam. Tapi tetap mengutamakan sajian adat, budaya dan agama. Sukses terus dalam usia SARAD yang sebentar lagi mencapai edisi ke 100. Bravo.
Putu Sujati
Seririt, Singaraja

Konflik di Bali

Bali ternyata belum berhenti didera konflik internal. Perseteruan antar pemuda, sesama warga satu banjar terus saja mencuat. Beberapa waktu lalu, warga Banjar Ambengan dan Banjar Semana, keduanya ada di wilayah Gianyar, bersitegang. Malah terjadi aksi anarkis dengan membakar warung salah seorang pedagang dari Semana. Saya dengar-dengar, kerusuhan itu terjadi awalnya memang akibat persitegangan pemuda, namun sesungguhnya muara dari kasus yang pernah terjadi sebelumnya yang melanda kedua desa ini, terutama menyangkut setra (kuburan).
Saya juga tak habis pikir mengapa orang Bali sekarang begitu beringas. Mudah sekali emosinya tersulut. Anehnya lagi orang Bali hanya berani keras pada warganya sendiri dan sangat tunduk pada orang luar Bali. Akibatnya ke dalam, Bali menjadi rapuh, mudah terombang-ambing. Saling curiga berkepanjangan. Jika begini, kapan orang Bali mampu bersatu menghadpi serangan dari luar daerah. Di satu sudut, terjangan yang mendera penghuni Bali asli begitu bertubi-tubi. Kalau terus makerah sesama krama Bali, maka jangan salahkan kesempatan itu dimanfaatkan oleh orang non Bali.
Nengah Aditya Santi
Jalan Hayam Wuruk, Denpasar