No. 95/ Tahun IX Maret 2008
majalah gumi bali [sarad]
prihal pikir, kata dan laku manusia bali
 
Reracikan/Daftar Isi
Paruman/Sajian Utama
Cakepan
Paras Paros
Nyama Braya
Bale Bengong
Dresta
Kelir
Kalangan
Parinama
Orta
Sasih
Susila
Tatwa
Upacara
Wirasa/Surat Pembaca
Samatra
Sameton


   
PARINAMA

Glosari Sanskerta
Nyoman S. Pendit


ABHAGNA(abagnya)
Tanpa hiburan

ABHIDHANA (abidana)
Leksikon, kamus, daftar istilah yang memuat arti kata, etimologi bahasa Sansekerta disusun menurut abjad Dewanagari Abhidhana merupakan perbendaharaan kata - kata khusus bahasa - bahasa kelasik seperti Sansekerta, Latin, Yunani dan Hebrew (Yahudi).

ABHAYAYA (abiaya)
Suasana hampir gelap tatkala matahari akan terbenam.

ADAYA (adaya)
Orang yang berwatak baik hati, kasihsayang terhadap sesama, mensyukuri rahmat Hyang Widhi, lemah lembut, mawas diri.

ADHARA (adara)
Lebih rendah, melorot, hina, busuk.

BAHAIRAVA (bairawa)
Dia yang dahsyat, ungkapan ini ditunjukkan kepada Batara Siwa dan istrinya Bhairavi yang kesemuanya melukiskan Siwa sebagai 'yang teramat hebat'. Dia dimanifestasikan dalam 8 wujud: 1 Asitanya - yang berkaki dan bertangan hitam; 2. Sanhara - peleburan; 3. Ruru - seekor anjing; 4. Kala - Si hitam; 5. Kroda - amarah; 6. Tamrachuda - yang bersabit merah; 7. Chandra - chuda - yang memakai bulan sabit, dan 8. Maha - yang paling teramat hebat.

BAHALADARSIN (baladarsin)
Dengan tanda titik merah didahi, itulah mereka yang menyembah Siwa. Siwa sendiri mempunyai Bhalalocana atau Bhalanayana, yaitu mata ketiga didahi.

BHALLAKA (balaka)
Jenis binatang, jenis beruang.

BHANDA-TANTRA (bandatantra)
Suatu kesatuan Angkatan Darat yang terdiri dari 4 divisi kuda, satu divisi tentara berjalan kaki.

BHANDU-JIVA (bandujiwa)
Hidup dalam satu kelompok dan saling membantu.

BHUMI_MITRA (bumimitra)
Negara sahabat, Bhumirakshaka - pengawal bumi, berarti kepqala negara, presiden atau raja.

BIJA-DARSAKA (bijadarsaka)
Sutradara yang memimpin dan menjelaskan alur cerita dalam drama sekaligus mengatur panggung pertunjukan.

BRAHMANYA(brahmania)
sikap,pengertian dan pemahaman tentang
1.Ajaran-ajaran suci dalam agama
2.Sikap dan tata krama berhadapan dengan para pendita yang membaktikan diri mereka kepada brahma yang Absolut.

CHITI(citi)
Meliha, muncul, mengetahui kesadaran universal.

DEVI(dewi)
bentuk feminin dari Deva.Pada umumnya istilah Devi hanya dipakai untuk menyatakan hormat kepada Sakti batara Siwa, yaitu Maha Devi Uma . (yang bercahaya, cantik sekal), Devi Gauri (yaitu kekuning-kuningan dan cemerlang), Devi Parvati (yng ayu dari pegunungan).Dalam wujud nya yang menakutkan, Maha Devi disebut Devi Durga atau Batara Kali (yang hitam).

DOSAS(dosas)
Menjadi buruk, berdosa, bersalah.Dalam aliran filsefat Nyanya adalah obyek Pengetahuan Benar (prameya) yang dicatat sebagai sebab semua tindakan/perbuatan seperti: 1.Atreksi,adaya tarik termasuk nafsu, serakah , kecanduan, kerinduan, iri hati, 2.Enggan, marah, cemburu, kepala batu, 3.Khayalan, pengetahuan palsu, keraguan, keangkuhan, ketidak pedulian.Ketiga faktor ini menyebabkan jasmani kita menjadi ajang dagelan dinyamankan oleh hembusan angin (vayu/bayu),dipanas-panasi oleh kobaran api (pitta) dan dibuat berdarah dingin oleh kebekuan (kapha).

DUHKA(duka)
Mengandung pengertian antaralain : serba tidak enak, serba salah.

GUDHA-PURUSHA(gudapurusa)
Agen rahasia, mata-mata musuh.Gudhamarga-jalan pintas milik perorangan , bukan jalan umum.Gudha-vasati-tempat persembunyian mata-mata.

GUNAKARMA (gunakarma)
Cara sekunder pelaksanaan persembahyangan kurban.

INDRAPRASTHA (indraprasta)
Ibu kota kerajan pandu yang melahirkan pandawa lima: Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Situs ibukota ini masih mempunyai nama yang sama dan terletak tdak jauh dari New Delhi , ibu kota Republik India sekarang.

INDRIYARTHA (indriarta)
Suatu obyek indriaseperti bunyi/suara (sabda), sentuh(sparsa), wujud (rupa), selera ( rasa) dan bau (gandha).

INDRIYAS (indrias)
Indria/indra dibagi dua kelompok: 1.Jenanen drias - lima indra, pengetahuan abstrak sebagai kekuatan untuk kesadaran dan pengertian. 2.Kamendrias - lima indra, kerja abstrak sebagai kekuatan untuk berbuat. Janenrias memiliki kemampuan untuk dengar (srota), sentuh (tvak), lihat (caksus), cicip (rasana), cium (ghrana). Karmendrias memiliki kemampuan untuk menyatakan (vak), menghasilkan (rupastha), mengeluarkan (payu), menggegam (pani), melangkah (pada).

IRESA (iresa)
Yang maha perkasa yaitu Wisnu, Varuna (baruna), Brahma, Iraputra.