Edisi No. 106/ Tahun X Februari 2009
majalah gumi bali [sarad]
prihal pikir, kata dan laku manusia bali
 
Jendela/Daftar Isi
Adat
Paruman/Sajian Utama
Lipsus
Seni
Figur
Glosari
Inspirasi
Kelir
Kesehatan
Kerabat Kita
Nyama Braya
Paras-Paros
Peristiwa
Pintu Hati
Pustaka
Sambung Rasa
Sasih
Susila
Tatwa
Laras


   
GLOSARI


Glosari Sansekerta
Nyoman S Pendit

RAHU (rau)
Nama Daitya atau raksasa. Dalam mitologi Hindu Rahu diceritakan bahwa ia menyamar di antara para  dewata yang lagi menikmati air kehidupan nan tak kunjung mati yang disebut Amrita dan ikut menikmatinya dari belakang. Matahari dan Bulan mengadukan hal ini kepada Wisnu. Demi mengamankan amrita, air kehidupan nan tak kunjung mati itu, Wisnu memenggal kepala Rahu. Tetapi karena rahu telanjur telah meminum amrita, kepala dan ekornya jadi imortal, langgeng tidak menemui kematian dan mengembara di angkasa raya. Ekornya menjadi Ketu dan berkeping-keping menjadi benih  meteor dan komet bertebaran di ruang angkasa raya. Kepalanya, pada waktu-waktu tertentu menelan  matahari dan bulan, disebut graha, yang dalam bahasa Indonesia disebut gerhana. Peristiwa penelanan  matahari atau bulan ini disebut rahu-grasana atau rahu-grasta. Di Bali hal ini dinamakan  Kala-rahu.

RAMANUJA (ramanuja)
Seorang inovator, pembaharu, dalam agama Hindu dari sekta Waisnawa. Ia adalah pendiri falsafah aliran  Vedanta yang melahirkan doktrin “Wisishtha Adwaita”, suatu falsafah  yang mengajarkan prinsip tentang  Manunggal Sejati, yaitu walaupun  rokh manusia berbeda dengan Rokh Yang Maha Kudus, namun satu sama  lain saling tergantung, dan pada  akhirnya menyatu jua, manunggal disebut Manunggal sejati.  Ramanuja  dilahirkan tahun 1027 di Kanchipuram/Sriperumbudur - Madras, India selatan, dan hidup sampai  usia 120 tahun. Buku Sribhasya yang  mengulas Vedantasutra merupakan karya monumental sebagai buku  pedoman sampai kini.

SABHACARA (sabacara)
Tatakrama, sopan santun, atau kode etika keramahan  pergaulan masyarakat beradab.
 
SACHI (saci)
Sakti atau permaisuri Batara Indra, juga disebut Indrani atau Aindri.Dia adalah wanita beruntung “sebab Indra takkan  pernah mati karena usia tua”. Menurut epos Ramayana kitab-kitab Purana, Sachi adalah anak Daitya Puloman, karenanya dia dipanggil pula dengan  nama Paulomi. Batara Indra  memilihnya sebagai sakti karena  di antara para bidadari, dialah yang paling molek dan  bahenol. Namun Sachi atau Indrani tidak pernah diagung-agungkan dalam pemujaan sakti-sakti para Batara, seperti Batari Durga, Saraswati, dan lainnya.

SADASYA (sadasia)
Pandita pengawas jalan upacara persembahyangan. Tugasnya hanya mengawasi, namun apabila ada kekeliruan  dan dipandang perlu ia juga turun tangan demi benarnya jalan upacara.

SADHYA (sadia)
Mahluk luar angkasa setaraf lebih mulia daripada malaikat, menghuni angkasa luar antara Bumi dan  matahari. Menurut kitab-kitab Purana, sadhya adalah keturunan. Dharma dan jumlahnya duabelas merupakan mahluk-mahluk yang telah mencapai kesempurnaan. Mereka ini adalah:, Siddha, Manas, Mantri, Prana, Nara, Pana, Vinirbhaya, Naya, Dansa, Narayana, Vrisha dan  Prabhu. Sumber lain menyebut jumlah  mereka ada tujuhbelas, namun tidak merinci nama-nama mereka.
 
SAHACARYA (sahacarya)
Suatu kesatuan masyarakat Hindu digambarkan oleh Yaska dalam kitab Nirukta, seperti di Bali disebut  suka-duka yang mengikat masyarakat dalam kehidupan budaya dan sosial. Juga dilukiskan dalam literatur Kavya

SARMISHTA  (sarmista)
Permaisuri Raja Yayati dari Dinasti Chandra. Ia melahirkan putra bernama Puru.

SMRITI (semriti)
Ingatan, daya ingatan.

SUSUPTI (susupti)
Tidur tanpa mimpi, tidur lelap.

TAKSHASILA (taksasila)
Nama ibukota kerajaan Gandhara yang kini terletak di Punjab, India Utara. Kota ini disebut demikian karena didirikan oleh Taksha, putra raja Bharata dan kemenakan Ramachandra. Takshasila dikenal oleh orang-orang Yunani sebagai “sebuah kota yang besar dan makmur, sangat padat penduduknya, terletak di antara sungai Indus dan Hydaspes. Ini terletak 3 hari perjalanan menuju ke timur sungai Indus,”  seperti ditulis oleh Ptolemy dengan nama Taxila.

TANTRA (tantra)
Nama kitab suci, terlahir dalam zaman Kaliyuga, dalam bentuk dialog antara Siwa dan istri-Nya Parvati, disebut Agama,  semacam ensiklopedia dengan topik-topik: 1. penciptaan (sristi); 2. kehancuran alam semesta (pralaya); 3. pemujaan para dewa (devatanamarcanam); 4. penghikmatan spiritual (sadhanas); 5. ritual (purascarana); 6. kekuatan magis (satkarma); 7. meditasi  (dhyanayoga). Nama bukunya: Tantrasastra, penganutnya disebut Tantrika.

TAPAS (tapas)
Praktek samadhi, melakukan tapabrata.
 
TARA (tara)
Nama wanita dalam kisah dan dongeng mitologi Hindu. Pertama adalah Tara nama istri Subali atau Balin, si  raja kera dalam epos Ramayana dan ibu dari Angada. Dalam perebutan kekuasaan lawan saudaranya, Sugriwa, Subali kalah dan tewas. Tara sebagai istri Subali juga diambil alih oleh Sugriwa dijadikan istrinya.   Kedua adalah Tara, nama istri Brihaspati yang juga dinamai Taraka. Menurut kisah dalam kitab-kitab Purana, Tara dibawa lari oleh Soma yang tiada lain adalah Dewa Bulan, mengakibatkan timbulnya peperangan antara para dewata melawan para asura. Batara Brahma mendamaikan peperangan ini dan Tara dikembalikan kepada Brihaspati dalam keadaan mengandung anak Soma. Perang antara para dewata lawan para asura disebut pula perang Tarakamaya.

TARKAVIDYA (tarkawidia)
Pengetahuan logika; tarkasastra - buku pedoman berpikir kritis.

TRIJATA (trijata)
Raksasa wanita yang sangat ramah dan  baik  hati terhadap Sita selama yang belakangan ini  berada dalam sekapan Rawana di Lanka. Trijata juga dikenal dengan nama Dharmanyana  karena kebaikan dan kemurahan hatinya terhadap Sita, yaitu menolong dan membantu meringankan  penderitaannya.

TRIVARGA (triwarga)
Tiga objek yang menjadi idaman manusia:  kekayaan (artha), kenikmatan  (kama), dan kebajikan (dharma).

UPAMANA (upamana)
Analogi, kias, persamaan, perbandingan.

UPENDRA (upendra)
Atribut atau titel yang diberikan kepada Krisna oleh Batara Indra, yang berarti Krisna tiada ubahnya sebagai Batara Indra.

VAIRAGYA (wairagia)
Ketidak-berpihakan, cuek terhadap yang tidak nyata dan fana, tanpa pamrih terhadap semua keinginan, kesenangan, kenikmatan hasil perbuatan.

VIKALPA (wikalpa)
Kesadaran verbal, pengertian lisan.

VIPARYAYA (wiparyaya)
Kesadaran palsu, pengertian salah.

VIJAMANI  (wijamani)
Pasangan yang harmonis, rukun.

VIKSHIPTA (wiksipta)
Bingung, kacau.