|
|
RERACIKAN 94
(SAJIAN SARAD)
Paruman………………………Lanjut
Bagi seorang dukun, memegang penuh hukum kesantunan
hidup, panggilan sebagai pengobat merupakan investasi
di bank alam, investasi yang belum tentu mendatangkan
keutungan langsung. Lalu kenapa ada orang yang sampai
tersandung dukun palsu? Apa penyebabnya dan siapa yang
salah hingg kejadian serupa mencuat ke permukaan?
Sorot.................Lanjut
Glamour dunia pariwisata Bali tak hanya menyajikan cerita
sukses berupa sumbangan devisa dan lapangan kerja bagi
masyarakat, juga menyertakan kepedihan. Genderang “pariwisata
budaya” itu, telah mengundang sejumlah besar orang-orang
asing yang melakukan perjalanan ke Bali untuk tujuan
memperoleh akses seksual menjadi pedofilia. Dan, anak-anaklah
sebagai korbannya. Tak ayal, pedofil kini menjadi semacam
‘pembunuh’ baru generasi Bali.
Nyama Braya…........Lanjut
Undang-undang dan peraturan lembaga keagamaan boleh
saja mengatur tentang perlindungan terhadap setiap manusia
untuk memeluk agam sesuai keyakinannya. Namun di Tengger,
Pasuruan Jawa Timur, warga Hindu masih saja tetap jadi
incaran untuk pindah ke agama Semit. Jika tak kuat dan
berada pada posisi terjepit, besar kemungkinan mereka
terhanyut ikut agama lain.
Sameton..................Lanjut
Perhatian Guru Besar langka tentang wilayah perbatasan
begitu besar. Menurutnya ada banyak kerugian jika pengelolaan
wilayah perbatasan suatu negara terabaikan oleh pemiliknya.
Apa saja kerugian itu? Anak Agung Banyu Perwita memaparkan
lebih benderang.
|