No. 94/ Tahun IX Februari 2008
majalah gumi bali [sarad]
prihal pikir, kata dan laku manusia bali
 
Reracikan/Daftar Isi
Paruman/Sajian Utama
Cakepan
Paras Paros
Nyama Braya
Bale Bengong
Dresta
Orta
Sameton
Sasih
Sorot
Susila
Tatwa
Upacara
Wirasa/Surat Pembaca

   

SASIH

Dalam Pesta Kemenangan Dharma

Sang pejalan di dunia rohani memaknai Galungan sebagai perjalanan ke ruang batin, sembari berhitung-hitung seberapa banyak kebajikan telah ditabung di bank alam semesta.

Langit kelabu disaput mendung. Kucing gaduh tak tahan menahan birahi. Bila senja tiba suara cenggeretnong, si kumbang semak seakan menghibur rasa sedih. Nyanyian katak ibarat musik Cak saling bersahutan Kunang-kunang beterbangan di kegelapan malam, bak bintang-gemintang jatuh. Inilah pertanda mencolok saat Sasih Kaulu (bulan ke-8) tiba.
Bila siklus sasih berjalan normal, angin kencang dan hujan lebat dipastikan akan mengguyur Bali sepanjang sasih ini. Sebagaimana juga Sasih Kapitu, Kaulu kini disebut juga basah gede - hujan lebat sepanjang sasih, nyaris tanpa jeda berarti. Baik astrologi Jawa dan Bali menyebut Kaulu sebagai sasih berkarakter sirira, sasih berhawa sejuk dan berkabut. Matahari jarang tampak, sinarnya dibendung kabut tebal. Walau hujan tak henti mengguyur, bagi petani kini merupakan saat tepat menanam bibit padi. Karena embun yang turun saban malam cocok untuk pertumbuhan bibit padi. Embun ini disebut damuh banyu, air penyegar hidup. Sesuai catatan wariga dan pangunyan sasih dalam setahun embun ini cuma muncul dua kali, yakni: pada sasih kaulu dan sasih kedasa. Saat Kaulu kini matahari tengah bergerak ke lintang utara, seterusnya pada Sasih Kesanga (kesembilan), tepat pada tilem Kesanga (kesembilan), 6 Maret 2008, matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa. Orang Bali menempatkan momen ini sebagi saat tepat melakukan upacara tawur buta yadnya. Tawur yang secara simbolik diupayakan untuk mengembalikan unsur-unsur yang membangun alam semesta ini. Serta-merta di titik ini pula manusia Bali diharapkan menyadari arti kehadiran di bumi, mengingat betapa tergantungnya manusia dari kelimpahan alam ini.
Kaulu kini jatuh tepat di hari Selasa Kliwon Wuku Julungwangi, 8 Januari 2008. Di rentang hari-hari penuh suka-ria dalam pesta raya kemenangan dharma atas adharma -- kemenangan kebajikan atas kebatilan. Secara tradisi, orang Bali merayakan momen penting ini sebagai hari raya Galungan, tepat jatuh pada hari Rabu Kliwon, Wuku Dungulan, tanggal 23 Januari 2008.
Sang pejalan di dunia rohani memaknai galungan sebagai ziarah diri, perjalanan ke ruang batin sembari menghitung-hitung seberapa banyak kebajikan telah ditabung di bank alam semesta. Seberapa jauh kemerdekaan diri sudah direngkuh dari penjajahan nafsu kotor indrawi.Beragam makna bisa digali dari simbolik hari raya Galungan. Misalnya, kenapa penjor-penjor ditancapkan dengan penuh kemeriahan dan keceriaan. Maknanya tak lain, mengibarkan tinggi-tinggi panji-panji kemenangan batin dari belitan fisik-biotik nafsu rendah. Inilah makna ziarah itu. Melawati Sasih Kaulu kini orang Bali dibuat sedikit cemas, memang. Petir menyambar-nyambar, angin kencang, dan genangan air tak kunjung surut. Pohon kelapa beradu dibantai angin, seperti hendak beraadu saling terkam. Dari lubang-lubang kayu basah, serangga keluar dari sarang, seperti hendak menanti hangat matahari. Burung-burung menjerit kedinginan, takut terbang karena sekujur bulunya basah.
Dari hitungan pangunyan sasih, Kaulu kini tengah ngunya Kapitu (bulan ke-7), hal mana dimungkinkan terjadi “perselingkuan” antara cuaca hujan terang. “Panes lan udan amatek-matek,” antara hujan dan terang bisa datang dan pergi tiba-tiba,” demikian tulis teks pangunyan sasih. Sementara siklus Kaulu akan berakhir tanggal 7 Februari 2008, Kemis Kliwon, Wuku Lankir, tepat pada Tilem Kaulu.
Yang paling penting dilakukan saat Sasih Kaulu tentu menjaga sanitasi tetap bersih. Menguruk genangan air tempat bersarangnya nyamuk. Mengingat Kaulu merupakan musim becek, penyakit tak malu-malu menjenguk Anda. Ini berakibat buruk bagi kesehatan. Karena matahari, sang membunuh kuman jarang nongol, sinarnya disaput mendung.Udara dingin rentan mematik rematik dan asma. Maka itu pastikan diri Anda tetap bugar, sehat lahir batin.
Bersyukurlah bila bayi Anda lahir saat sasih Kaulu, dipastikan ia punya sifat luhur, alus budinya, penderma dan berjiwa sosial. Ia berada dalam kendali Dewa Brahma. Justru itu amarahnya mudah terbakar bila mendengar sesuatu yang tidak benar - karena sesungguhnya ia pencinta keadilan. Prinsipnya cuma satu: menegakkan kebenaran.
Tapi perlu diwanti-wanti, harap sang anak jangan sampai salah didik. Jika dia salah didik tak mustahil ia menjadi sangat urakan dan susah diatur. Sifat luhur bisa tumbuh lewat asuhan pendidikan yang benar, serta lingkungan sosial yang bersih dari prilaku tercela. Namun jika Anda berniat melakukan upacara perkawinan sebaiknya ditunda dulu. Sebab sesuai pangala sasih, baik buruk hari sesuai hitungan sasih sedang tidak memihak Anda. Jika dilabrak akibatnya fatal: ala, kapegatan pangan kinum, buruk, terputus sandang pangan. Jika Anda seorang “terpelajar” boleh jadi Anda menganggap ini klenik. Tapi itulah yang disuratkan wariga pangala sasih. Alasan paling rasional tentu karena Kaulu musim hujan, sebab itu tidak nyaman menggelar upacara yang memerlukan ketenangan ekstra.