|
ORTA
Murid
Baru Pasraman Tumbak Bayuh
Griya Mas Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten
Badung, kembali membuka kesempatan bagi para warga untuk
mengikuti pendidikan tentang keagamaan, terutama menyangkut
Weda. Pendidikan yang dibuka Ketua Parisada Bali, I
Gusti Ngurah Sudiana, diikuti oleh 50 peserta.
Sesepuh Griya Tumbak Bayuh Ida Rsi Hari Dantam, menyambut
positif antusias warga Hindu yang mau belajar serta
meningkatkan jnana tentang agama. Itu sebabnya, materi
yang diberikan dalam pendidikan kali ini berupa catur
weda, panca yajnya, makidung, macepat, makakawin, dan
sukmaning banten serta cara pembuatannya. Sedangkan
untuk memantapkan proses belajar mengajar, pihaknya
juga menjalin kerjasama dengan Parisada Bali. “Melalui
pasraman kita berharap warga Hindu dapat belajar bersama-sama
menciptakan kedamaian bagi diri, lingkungan, bahkan
jagat raya ini, ” demikian Ida Rsi Hari Dantam.
Pedoman Nyepi MMDP Gianyar
Hari Nyepi yang jatuh pada 7 Maret 2008 mendatang mendapat
perhatian serius dari berbagai tokoh adat dan agama
di Gianyar. Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Gianyar
selaku wadah dari desa pakraman, jauh-jauh hari telah
mengeluarkan surat edaran (SE). Dalam SE tertanggal
11 Pebruari, No. 07/MMDP/Rek/II/2008 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Hari Raya Nyepi, disampaikan untuk
upacara malasti atau makiis dari tanggal 3 sampai 6
Maret. Tawur Tilem Kasanga pada 6 Maret sekitar pukul
18.30 wita, atau menyesuaikan dresta, keyakinan, dan
aturan di desa pakraman masing-masing.
Sadana Camp di Banyuwangi
Hari Raya Kuningan di awal Pebruari lalu, menjadi hari
penuh makna di kalangan pemeluk Hindu Kabupaten Banyuwangi,
Propinsi Jawa Timur. Hari suci yang datang tiap 210
hari (enam bulan sesuai kalender Bali) itu dimeriahkan
kegiatan Sadana Camp atau perkemahan bakti.
Kegiatan yang bertujuan menyiapkan generasi muda Hindu
agar memiliki sradha lebih kuat, diikuti ratusan pemuda
Hindu, pelajar, dan mereka yang telah berkeluarga. Peserta
hadir dari berbagai daerah Kabupaten Banyuwangi.
Di samping sebagai ajang menimba ilmu, Sadana Camp yang
digelar selama tiga hari (31 Januari - 2 Pebruari)
di wantilan Pura Agung Blambangan, Banyuwangi, sekaligus
menjadi kegiatan reuni akbar bagi seluruh remaja Hindu
di Banyuwangi. Lebih-lebih mahasiswa yang menempuh pendidikan
di luar kota, “Mereka bisa pulang kampung dan
berkumpul dengan teman-teman lama.” beber Ketua
Peradah Kabupaten Banyuwangi, Suminto. “Lebih
menarik lagi saya bisa berkumpul dengan teman teman
lama,” Wiweka Nanda Ardini, dara yang kini sedang
menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor menambahkan.
Peserta yang ikut kegiatan tahunan Peradah banyuwangi
ini tampak kompak. Mereka getol mengikuti seluruh materi
yang disampaikan narasumber yang didatangkan langsung
dari beberapa ahli agama di Jawa dan Bali.
Materi yang diberikan meliputi penguasaan sejarah Hindu,
sejumlah pengetahuan modern, filsafat agama, serta pengetahuan
medis yang diambil dari fiosofi Weda.
Pengawasan terhadap peserta juga berlangsung cukup ketat,
mirip sistem yang diterapkan pada sebuah pasraman zaman
dulu. Pagi, hari peserta ditempa dengan latihan yoga
guna menguatkan pikiran dan badan. Selama mengikuti
kegiatan peserta juga diwajibkan menggunakan baju adat
sebagai satu wujud menguatkan kesan rohani. Mereka juga
wajib tinggal di lokasi pura selama mengikuti kegiatan.
“Mereka sengaja di karantina. Ini tradisi menghindari
dunia luar,” sambung Suminto. Termasuk masalah
makan, mereka juga diatur ekstra ketat. Peserta dilarang
jajan di luar dan hanya boleh makan di tempat yang telah
disediakan pantia. Jenis makanan pun teramat sederhana
yang didominasi nuansa vegetarian. Sedana Camp diakhiri
bertepatan dengan puncak piodalan di Pura Agung Blambangan
sekaligus merayakan Kuningan.
Lokasabha PHDI Denpasar
Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar,
pertengahan Pebruari lalu menggelar Lokasabha ke III,
bertempat di wantilan Taman Budaya Denpasar Denpasar.
Sekitar 250 peserta mengikuti acara ini, seperti sulinggih,
pengurus Parisada di empat kecamatan di Kota Denpasar,
Majelis Madia, dan Majelis Alit Desa Pakraman Kota Denpasar,
serta para pamangku masing-masing dari Tri Khayangan
Desa Adat Denpasar.
Berbagai rumusan berhasil ditelorkan pada lokasabha
kali ini, seperti perubahan nama Parisadha Hindu Dharma
Indonesia Kota Denpasar kembali kepada Piagam PDBH 1959,
dan Piagam Samuan Tiga 2007, yaitu kembali kepada Parisada
Dharma Hindu Bali (PDBH) Kota Denpasar.
Melahirkan kepengurusan baru PDHB Kota Denpasar periode
2008-2013 dengan susunan pengurus dan personalia terdiri
atas sabha wiku 11 orang, sabha walaka 22 orang serta
Ida Padanda Gede Telaga sebagai Ketua Umum dan AA Putu
Oka Swetja sebaga Ketua Harian. Kepengurusan juga dilengkapi
bidang keagamaan dan kemasyarakatan.
Kebodohan Sumber Kemiskinan
Sering terucap dan terdengar dalam bentuk wacana di
masyarakat, bahwa kebodohan sangatlah dekat dengan kemiskinan.
Bisa dibayangkan, masyarakat yang kurang cerdas pastilah
kemampuan beraktivitasnya lemah. Demikian pula dalam
mengatasi berbagai permasalahan yang mendera kehidupan
sehari-hari mereka juga lambat bersikap.
Agar bisa terhindar dari kondisi seperti itu, maka pendidikan
merupakan pondasi dasar untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa guna meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup.
Terlebih dengan program pemerintah yang dikenal dengan
Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun mesti direalisasikan.
Jika program wajar 9 tahun dapat terwujud, betapa masyarakat
akan menjadi bangsa terpelajar.
Sayangnya di lapangan berkata lain. Realita sering berbalik-balik.
Masih banyak anak-anak, terutama dari lingkungan keluarga
kurang mampu, kesulitan menyekolahkan anaknya. Di sinilah
peran penting masyarakat yang perekonomiannya sudah
mencukupi untuk menyisihkan sedikit hartanya untuk berderma.
Membantu sesama agar mereka yang berada dalam ambang
kemiskinan tertolong dan mengenal lingkungan pendidikan.
Bertolak dari program pengentasan Wajar 9 tahun dan
capaian program Tabanan Cerdas 2008, maka Yayasan Maderi
Dharma Kerthi (YDMK), Kecamatan Selemadeg, Kabupaten
Tabanan, ikut berupaya membantu sesama dalam bidang
pendidikan. Dan, selama setahun berdiri, YDMK telah
menyalurkan bantuan beasiswa kepada keluarga kurang
mampu yang tak hanya menjangkau Selemadeg dan sekitarnya,
namun juga dapat menyentuh warga di Singaraja, Badung,
dan Denpasar. Selain membantu memberikan beasiswa yang
sumber pendanaannya masih ditangung pendiri, yayasan
yang didirikan seorang tokoh masyarakat Selemadeg, Made
Arta, juga memberikan fasilitas sekolah berupa alat
tulis dan pakaian sekolah.
Di samping menyasar dunia pendidikan, kata mantan Ketua
Parisada Bali ini, YDMK juga menggelar kegiatan penataran
para pamangku dan serati. Satu tugas mulia yang memiliki
tujuan mulia pula.
Kasus HIV/AIDS Ibarat Deret Hitung
Penderita HIV/AIDS di Bali bak deret hitung. Berdasarkan
data Dinas Kesehatan Propinsi Bali, setiap tahun kasus
serupa di pulau alit ini terus mengalami peningkatan.
Tahun 2007 saja ada ditemukan sekitar 1.782 kasus HIV
di seluruh Bali. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun
2006 yang mencapai 1.253 kasus.
Pasien HIV yang datang ke VCT RS Sanglah juga selalu
mengalami peningkatan setiap tahun.
Cuma, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) AIDS Rumah Sakit
Sanglah, Tuti Parwati, memandang peningkatan kasus itu
tak selamanya menggambarkan kondisi buruk. Malah bisa
menggembirakan. Pasalnya, gambaran fenomena gunung es
HIV/AIDS sedikit demi sedikit mulai terkuak. Dengan
adanya peningkatan kasus setiap tahun, berarti juga
semakin meningkat kesadaran masyarakat untuk waspada
dan memeriksakan diri. Sehingga kasus yang belum ditemukan
obatnya semakin lama semakin terkuak. “ Dari sisi
positif, peningkatan ini berarti semakin banyak penderita
HIV yang mendapat pengobatan sehingga tingkat penularannya
bisa diperkecil,” ingatnya.
Penderita HIV/AIDS di Bali memang ada kecenderungan
mengalami peningkatan. Dari jumlah kasus yang terdata,
sekitar 60 - 70 persen penderita yang memeriksakan diri
sudah masuk ke stadium lanjut atau AIDS. Artinya, penderita
sudah menunjukkan gejala dan sudah terlambat, setidaknya
lima tahun untuk melakukan pengobatan. Hal itu pula
menyebabkan kasus kematiaan HIV di RS Sanglah juga meningkat
dari tahun ke tahun.
Dalam bahasa Tuti Parwati, pasien yang terlambat datang
biasanya sel pertahanan dalam tubuh (CD4-red) mereka
sudah rendah. Malah ada yang memeriksakan diri saat
CD4 berjumlah 50. Akibatnya mudah terkena infeksi.
Padahal, idealnya dalam melakukan terapi ARV—terapi
ini dilakukan pada penderita penyakit HIV/AIDS—,
CD4 dalam tubuh berjumlah 200-100. Sedangkan bagi orang
sehat, CD4 berjumlah 750 dan yang betul-betul fit berjumlah
1.000.
Jika terdeteksi secara dini, Tuti meyakini tingkat keberhasilan
pemakaian ARV sampai 90 persen lebih dan penderita HIV
tidak akan sampai ke stadium lanjut.
Orang diketahui positif atau tidak mengidap virus HIV
adalah dengan melakukan pemeriksaan darah tiga sampai
enam bulan setelah terindikasi terjangkit virus. Untuk
penderita yang sudah meninggal, biasanya virus dalam
tubuhnya juga akan ikut mati.
Sabha Yowana Lebarkan Sayap
Persoalan paling esensial yang dihadapi generasi muda
Bali kini, adalah tergerusnya jati diri mereka sebagai
akibat dari perubahan kultur yang makin hari terus menggerus.
Bila masalah tersebut sampai terabaikan, maka kemampuan
pemuda Bali untuk menjaga jati dirinya akan semakin
merosot.
Di sinilah peran sekaa taruna sejatinya cukup penting
kehadirannya. Baik di tingkat banjar, lebih-lebih di
desa pakraman. Organisasi bernama sekaa teruna bisa
menjadi wahana pembinaan bagi para yowana (generasi
muda).
Mengingat betapa penting membina para yowana sebagai
generasi penajut negeri ini, maka Sabha Yowana sebagai
satu organisasi yang mewadahi pemuda, akan segera dibentuk
di desa pakraman. Ketua Sabha Yowana Bali, Ida Bagus
Wirawibawa berharap, kelahiran Sabha Yowana Desa Pakraman
nantinya bisa menjadi forum komunikasi antar sekaa taruna
yang ada. Peran nyata pemuda dalam berbagai dimensi
pembangunan pun terus bisa digenjot.
Mampu menjaga keutuhan jati diri pemuda begitu penting.
hal itu bisa ditumbuhkan di antaranya dengan memberi
ruang kreativitas murni yang terlahir dari pikiran,
ide pemuda itu sendiri. WS
|