logo sarad
MAJALAH BULANAN GUMI BALI - PRIHAL PIKIR, KATA DAN LAKU MANUSIA BALI
JUNI 2000 No.6 Th.I

RERACIKAN - Isi
SAMATRA - Editorial
ORTI - Surat Redaksi
SEWALAPATRA-Surat
KELIR-Karikatur
SASIH - Kalender
KONSULTASI
PARAS PAROS-Sosial
PARUMAN-Sajian Utama
BALE-Kolom
DAA TERUNA-Remaja
CE-KLEK - Foto
KONE - Mitos
SASULUH - Cermin
CAKEPAN - Buku
IDE DANE - Tokoh
NYAMA BRAYA-Kerabat
TAWAHTAWAH-OhBali
GEGINAN - Usaha
Info SARAD

 
 CAKEPAN -RESENSI BUKU 
 
 
Mengungkap Masa Silam Bali

Judul buku  :  To Change Bali (Essays in Honour of I Gusti Ngurah Bagus)
Editor  : Adrian Vickers, I Nyoman Darma Putra
Penerbit : Institute of Social Change and Critical Inquiry University of Wollongong
Tebal, tahun :  212 halaman, 2000

Lagi, sebuah buku tentang Bali dari kalangan peneliti asing diterbitkan. Kali ini mencoba membentangkan ‘rahasia’ dan kasus-kasus masa silam sejarah  Bali. Judulnya banyak mendapat kritikan tajam, tapi isinya tetap relevan dipahami.

to change baliLewat buku ini sembilan sarjana dari dalam maupun luar negeri memberikan suatu gambaran tentang kehidupan, sejarah, perkembangan, colonial rule, hingga kebudayaan yang pernah dialami masyarakat Bali di masa lampau. Ini merupakan usaha yang sangat relevan dari para pakar, terutama dari luar negeri, untuk membuka ‘rahasia’ dan kasus-kasus masa silam sejarah  Bali. Walaupun buku ini banyak dikritik oleh beberapa tokoh Bali, terutama karena kurang pasnya judul dibandingkan dengan isinya, namun tetap saja bermanfaat, terutama bagi yang belum mengenal masa lampau Bali.
Selain itu, buku ini juga membahas masalah-masalah aktual yang dihadapi Bali, seperti kasus adat, kasus Tanah Lot dengan Bali Nirwana Resort-nya, Padang Galak, dan lain-lain. Yang menarik di sini adalah disemaikannya ide-ide agar masyarakat Bali waspada terhadap kasus-kasus yang merugikan rakyat. Demikian, misalnya, Carol Warren mengungkap hal ini dalam tulisannya, Adat: The Discourses of Modernity in Bali.
Dilukiskan pula bahwa masyarakat Bali, terutama pemeluk Hindu, masih ingat masa silamnya yang pahit dari zaman Majapahit beserta kejayaan yang pernah dirasakan oleh para leluhurnya. Namun setelah Majapahit yang kuat itu runtuh, mereka pun pergi berlindung ke Bali sekaligus guna menghindari serangan dari luar. Pertanyaannya kemudian, apakah kesetiaan terhadap para leluhur masyarakat Bali itu masih ada? Atau malah seiring dengan perjalanan waktu yang begitu lama dan perubahan yang begitu cepat, masyarakat Bali justru sudah lupa jasa-jasa para pahlawan yang dulu berjuang demi kehormatan dan agama? Helen Creese lewat In Search of Majapahit: The Transformation of Balinese Identities berusaha memberikan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang patut dihargai itu.
Lain lagi dengan Lynette Parker. Dia menggambarkan bagaimana modernisasi masuk dalam sistem pendidikan. Sekaligus diungkap pula bagaimana pula dua grup, yaitu tradisional dan liberal, menerima perubahan walaupun mereka berusaha agar nuansa Bali tetap berada dalam pembahasan masalah-masalah yang berkaitan dengan kasta. Masalah ini, nyatanya, sampai sekarang masih menjadi sumber konflik di tengah-tengah masyarakat Bali.
Tokoh Bali GNM Wirjasoeta mengatakan bahwa ia tidak percaya kasta bila dikaitkan dengan kelahiran. Justru kasta itu akan diterima bilamana didasari atas “boedi” atau melalui profesi. Mungkin saja konflik kasta di Bali maupun di India dari zaman ke zaman menjadi acuan bagi orang dan selalu menimbulkan konflik di kalangan masyarakatnya. Namun itu semata-mata disebabkan kekurangpahaman pada konsep catur warna. Sebagai contoh, seorang dari golongan sudra meninggalkan agama Hindu lantas masuk agama Budha, hanya disebabkan karena masalah kasta. Hal yang hingga kini masih sensitif ini dibahas H.S. Nordholt dalam artikelnya, From Wangsa to Bangsa….
I Nyoman Dharma Putra, putra Bali yang kini sedang melanjutkan studi doktoral di Australia, memfokuskan pembahasannya pada kesusastraan modern Bali dan Indonesia yang walaupun berkembang pelan-pelan tetapi mendapatkan tempat khusus dalam sejarah modern Indonesia. Terutama tentang peran para sastrawan modern dari Bali, seperti Nyoman Rasta Sindhu, Nyoman Tusti Eddy dan Panji Tisna, dan lain-lain. Mereka mampu tampil sebagai sastrawan di tingkat Bali maupun tingkat Nasional.
Pada artikel berikutnya, sejarahwan dari Unud, Nyoman Wijaya, menguraikan tentang kehidupan kota Denpasar, sekitar tahun 1950-an yang mulanya tidak teratur menjadi teratur rapi. Dari suara lolongan anjing pada malam hari pelan-pelan berubah menjadi berisik suara musik dan disko; dari pakaian keseharian yang berupa sarung menjadi jins buatan luar negeri lengkap dengan perfilman Hollywood. Ini adalah suatu ilustrasi yang sangat halus tetapi tetap tajam yang diuraikan oleh Nyoman Wijaya, bagaimana Denpasar berubah dari sebuah kota kuno menjadi modern. Dan untuk mewujudkan kota Denpasar sebagai ‘Kota Budaya’ yang menjadi bahan pembicaraan sekarang ini, maka kita perlu belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi di masa silam.Tulisan yang didasarkan pada cerpen-cerpen itu sangat perlu disimak untuk menjadi bahan pertimbangan dan masa persiapan menjadikan Denpasar sebagai Kota Budaya.
Buku ini di dalamnya memang banyak mengungkap data dan memberikan paparan tajam, meskipun juga sempat mendapat kritikan tajam pula dari kalangan cendekiawan Bali sendiri. Namun demikian, buku ini tetap layak dihargai sebagai sebuah usaha memahami Bali yang kini sudah masuk ke dalam rekaman ‘sejarah baru’. Memang menarik dicermati secara teliti, bagaimana Bali manakala dilihat dan dinilai oleh para sarjana luar, apakah dengan ‘kacamata’ atau ‘tanpa kacamata’. Untuk itu sebaiknya silakan membaca langsung. Tak terbatas hanya bagi kalangan akademis, bagi pembaca umum pun tetap perlu mengetahuinya, meskipun semula buku ini dimaksudkan sebagai persembahan penuh hormat atas jasa-jasa Prof. I Gusti Ngurah Bagus di dunia studi terhadap Bali.
 

Dr. Somvir, dosen tamu Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar



 
 
 
© Copy Right  SARAD, 2000 all rights reserved 
 

RERACIKAN - Isi
SAMATRA - Editorial
ORTI - Surat Redaksi
SEWALAPATRA-Surat
KELIR-Karikatur
SASIH - Kalender
KONSULTASI
PARAS PAROS-Sosial
PARUMAN-Sajian Utama
BALE-Kolom
DAA TERUNA-Remaja
CE-KLEK - Foto
KONE - Mitos
SASULUH - Cermin
CAKEPAN - Buku
IDE DANE - Tokoh
NYAMA BRAYA-Kerabat
TAWAHTAWAH-OhBali
GEGINAN - Usaha
Info SARAD

INDEKS SARAD