logo sarad
MAJALAH BULANAN GUMI BALI - TENTANG PIKIR, KATA DAN LAKU MANUSIA BALI
JUNI 2000 No.6 Th.I

RERACIKAN - Isi
SAMATRA - Editorial
ORTI - Surat Redaksi
SEWALAPATRA-Surat
KELIR-Karikatur
SASIH - Kalender
KONSULTASI
PARAS PAROS-Sosial
PARUMAN-Sajian Utama
BALE-Kolom
DAA TERUNA-Remaja
CE-KLEK - Foto
KONE - Mitos
SASULUH - Cermin
CAKEPAN - Buku
IDE DANE - Tokoh
NYAMA BRAYA-Kerabat
TAWAHTAWAH-OhBali
GEGINAN - Usaha
Info SARAD

 
 BALE BENGONG - KOLOM 
 
 
Seniman Bali
Kadek Suartaya

Konon seorang raja Bali pernah meminta kepada seorang dalang wayang kulit terkenal untuk enunjukkan kepiawaiannya. Namun jika dalam pementasannya dalang itu tak mampu membuat raja tertawa, ia akan dibunuh. Maka seluruh kemampuannya melucu dikerahkan oleh sang dalang. Namun raja tetap merengut. Suasana menjadi tegang. Tetapi tiba-tiba sang dalang, yang ketakutan, berimprovisasi. Entah dari mana ilham itu muncul, dengan cerdik dan spontan ia merobek bagian tengah kelirnya dan menjulurkan kepalanya sembari cengar-cengir celingukan. Tawa raja  pun meledak
.....selengkapnya

Hak Cipta Kesenian Bali
I Made Bandem
Akhir 1977, sebuah misi kesenian Bali, dari sebuah desa, mengadakan perlawatan panjang ke Eropa dan Amerika Serikat, mementaskan tari-tarian Bali di Paris, London, New York, Montreal, dan San Fransisco, dengan sambutan meriah dari penonton. Namun pada akhir perjalanan mereka, anggota sekaa itu menderita kerugian US$ 13.000 akibat honorarium mereka untuk dua minggu terakhir tak dilunasi, sampai sekarang. Rekaman pergelaran mereka, berupa album Nonsach, kini masih beredar luas dan digemari ribuan pecinta gamelan Bali di luar negeri.
.....selengkapnya

Tak Ada Lagi Ketulusan Masa Lalu
Putu Wirata Dwikora
Orang Bali tidak menolak perubahan, tapi mereka tentu tidak mau identitas kebudayaannya lenyap, seperti budaya Maya dan Inca di Amerika Latin, atau budaya Hawaii yang cuma jadi ornamen pariwisata. Atau tengoklah contoh yang lebih dekat: Majapahit yang agung akhirnya berkeping karena intrik-intrik dalam istana, diikuti perubahan kultural dengan kehancuran budaya Hindu, setelah dibangun berabad-abad.
.....selengkapnya

Mengidamkan PKB yang Komplet
Nyoman Tusthi Eddy
Sekali waktu pernah terlontar gagasan untuk untuk menyertakan seni kontemporer dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Tak pelak ide ini menimbulkan pro dan kontra, dengan muara akhir yang tak tuntas. Tentang perlu atau tidaknya seni kontemporer diikutkan dalam PKB, akhirnya cuma berhenti sebagai wacana argumentatif. Dalam kenyataannya hingga kini seni kontemporer hanyalah riak kecil di tengah gemerlap seni tradisional dan seni kerajinan yang berorientasi ke komersialisme.
.....selengkapnya

 
 
 
© Copy Right SARAD, 2000 all rights reserved 
 

RERACIKAN - Isi
SAMATRA - Editorial
ORTI - Surat Redaksi
SEWALAPATRA-Surat
KELIR-Karikatur
SASIH - Kalender
KONSULTASI
PARAS PAROS-Sosial
PARUMAN-Sajian Utama
BALE-Kolom
DAA TERUNA-Remaja
CE-KLEK - Foto
KONE - Mitos
SASULUH - Cermin
CAKEPAN - Buku
IDE DANE - Tokoh
NYAMA BRAYA-Kerabat
TAWAHTAWAH-OhBali
GEGINAN - Usaha
Info SARAD

INDEX SARAD