logo sarad
MAJALAH BULANAN GUMI BALI - TENTANG PIKIR, KATA DAN LAKU MANUSIA BALI
JUNI 2000 No.6 Th.I

RERACIKAN - Isi
SAMATRA - Editorial
ORTI - Surat Redaksi
SEWALAPATRA-Surat
KELIR-Karikatur
SASIH - Kalender
KONSULTASI
PARAS PAROS-Sosial
PARUMAN-Sajian Utama
BALE-Kolom
DAA TERUNA-Remaja
CE-KLEK - Foto
KONE - Mitos
SASULUH - Cermin
CAKEPAN - Buku
IDE DANE - Tokoh
NYAMA BRAYA-Kerabat
TAWAHTAWAH-OhBali
GEGINAN - Usaha
Info SARAD

 
 BALE BENGONG - KOLOM 
 
 
Mengidamkan PKB yang Komplet
Nyoman Tusthi Eddy
Nyoman Tusthi Eddy

Sekali waktu pernah terlontar gagasan untuk untuk menyertakan seni kontemporer dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Tak pelak ide ini menimbulkan pro dan kontra, dengan muara akhir yang tak tuntas. Tentang perlu atau tidaknya seni kontemporer diikutkan dalam PKB, akhirnya cuma berhenti sebagai wacana argumentatif. Dalam kenyataannya hingga kini seni kontemporer hanyalah riak kecil di tengah gemerlap seni tradisional dan seni kerajinan yang berorientasi ke komersialisme.
Jika PKB berhenti pada penyajian keaslian Bali yang diwakili oleh bentuk-bentuk kesenian tradisional dan seni kerajinan  (yang sebagian besar juga seni kerajinan tradisional), maka Bali dalam konteks kekinian belum utuh. Bali hanya menimbulkan imaji seni tradisional. Timbul kesan Bali tidak potensial mengekspresikan seni kekinian. Bali seakan-akan menampik seni kekinian demi keaslian dirinya.
Dalam sejarahnya seni tradisional Bali telah lama bersentuhan dengan unsur-unsur seni luar Bali. Dalam teater kita bisa mengambil Arja Sampik  sebagai contoh. Di sini tampak kreativitas para pekerja seni dalam mengadaptasi unsur kebudayaan asing (Cina) ke dalam kebudayaan daerahnya (Bali). Dengan berbagai polesan tradisi Bali kisah Sampik lulus dalam kebudayaan Bali.
Unsur-unsur seni kontemporer pun telah lama menyentuh Bali. Hal ini paling jelas kelihatan dalam seni rupa; dan yang terakhir adalah seni sastra. Maka Bali akan timpang jika PKB-nya hanya menyajikan seni tradisional.
Secara formal PKB memang tidak pernah menampik kehadiran seni modern atau seni kontemporer. Tetapi selama ini PKB kurang memberikan situasi kondusif kepada seni modern. Seni modern atau seni kontemporer – lebih-lebih yang bermuatan kultur Bali – bukan saja perlu diberikan ruang-tampil, tetapi juga situasi kondusif agar terus tumbuh dan berkembang guna melengkapi PKB dari tahun ke tahun.
Seni kontemporer yang berproses dari seni eksperimen bermuatan kultur Bali, seperti Body Cak garapan Wayan Dibia dan Keith Terry, telah lahir dan ikut ambil bagian dalam PKB. Nyatanya, seni ini tidak merusak tatanan PKB, sehingga tidak perlu dicemaskan memasukkan karya seni yang serupa ke dalam PKB. Dengan demikian makna Bali dalam sebuah pesta kesenian yang berlabel Bali bisa utuh.
ilustrasi: Nyoman ErawanDari sudut kepariwisataan dan hiburan, seni modern, seni kontemporer, seni eksperimen, dan sejenisnya, dalam konteks PKB memang kurang memperoleh perhatian publik. Karya seni semacam ini umumnya minus penonton. Namun dari sudut pembinaan kebudayaan seyogianya kesenian tadi harus ditampilkan, sehingga PKB tampil komplit.
PKB yang komplet harus ditunjukkan dengan penampilan wajah Bali seutuhnya dalam seni tradisional dan modern, dengan penyajian yang berimbang. Hal ini untuk menghapus kesan, Bali hanyalah sendratari, drama gong, arja, gong kebyar, dan sejenisnya. Bali juga punya berbagai karya seni berlabel modern dan layak tampil dalam PKB.
Satu hal lagi yang tak boleh dikesampingkan saat ini adalah, memberikan tempat layak kepada sastra Bali modern. Sebuah yayasan bernama Yayasan Rancage telah memberikan penghargaan layak kepada khazanah sastra Bali modern. Sangat ironis jika PKB tidak memberikan tempat semestinya. Cukup banyak karya sastra Bali modern yang layak digelar dalam PKB. Nyastra dalam PKB mestinya nyastra (Bali) yang komplet; bukan cuma kakawin, kidung, dan babad.
Penampilan jenis-jenis kesenian secara berimbang dan utuh adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas PKB. Dengan begitu kesenian Bali dapat dinikmati secara alegoris dalam satu ruang dan waktu yang menunjukkan perjalanannya dari akar-akar tradisinya menuju era globalisasi yang semakin menguat. Hanya dengan PKB yang komplet kita bisa berbicara tentang Bali yang utuh dalam konteks kesemestaan.


Artikel Bale Bengong lainnya

Seniman Bali
Kadek Suartaya
Konon seorang raja Bali pernah meminta kepada seorang dalang wayang kulit terkenal untuk enunjukkan kepiawaiannya. Namun jika dalam pementasannya dalang itu tak mampu membuat raja tertawa, ia akan dibunuh. Maka seluruh kemampuannya melucu dikerahkan oleh sang dalang. Namun raja tetap merengut. Suasana menjadi tegang. Tetapi tiba-tiba sang dalang, yang ketakutan, berimprovisasi. Entah dari mana ilham itu muncul, dengan cerdik dan spontan ia merobek bagian tengah kelirnya dan menjulurkan kepalanya sembari cengar-cengir celingukan. Tawa raja  pun meledak
.....selengkapnya

Hak Cipta Kesenian Bali
I Made Bandem
Akhir 1977, sebuah misi kesenian Bali, dari sebuah desa, mengadakan perlawatan panjang ke Eropa dan Amerika Serikat, mementaskan tari-tarian Bali di Paris, London, New York, Montreal, dan San Fransisco, dengan sambutan meriah dari penonton. Namun pada akhir perjalanan mereka, anggota sekaa itu menderita kerugian US$ 13.000 akibat honorarium mereka untuk dua minggu terakhir tak dilunasi, sampai sekarang. Rekaman pergelaran mereka, berupa album Nonsach, kini masih beredar luas dan digemari ribuan pecinta gamelan Bali di luar negeri.
.....selengkapnya

Tak Ada Lagi Ketulusan Masa Lalu
Putu Wirata Dwikora
Orang Bali tidak menolak perubahan, tapi mereka tentu tidak mau identitas kebudayaannya lenyap, seperti budaya Maya dan Inca di Amerika Latin, atau budaya Hawaii yang cuma jadi ornamen pariwisata. Atau tengoklah contoh yang lebih dekat: Majapahit yang agung akhirnya berkeping karena intrik-intrik dalam istana, diikuti perubahan kultural dengan kehancuran budaya Hindu, setelah dibangun berabad-abad.
.....selengkapnya

 
 
 
© Copy Right  SARAD, 2000 all rights reserved 
 

RERACIKAN - Isi
SAMATRA - Editorial
ORTI - Surat Redaksi
SEWALAPATRA-Surat
KELIR-Karikatur
SASIH - Kalender
KONSULTASI
PARAS PAROS-Sosial
PARUMAN-Sajian Utama
BALE-Kolom
DAA TERUNA-Remaja
CE-KLEK - Foto
KONE - Mitos
SASULUH - Cermin
CAKEPAN - Buku
IDE DANE - Tokoh
NYAMA BRAYA-Kerabat
TAWAHTAWAH-OhBali
GEGINAN - Usaha
Info SARAD

INDEKS SARAD